Pagi Ramai Bersama Enam Ekor Kucing
Alarm pukul enam baru bergetar sebentar, tapi enam ekor kucing di rumah sudah lebih dulu beraksi. Suara “meong” dari segala arah jadi backsound wajib setiap pagi, seolah-olah mereka adalah snooze button hidup yang mustahil diabaikan. Begitu mata terbuka, enam pasang mata bulat menatap penuh harap, menunggu aku benar-benar bangun dari tempat tidur.
Begitu kaki menginjak lantai, konvoi kecil itu langsung mengerubungi, mengiringi setiap langkah ke dapur. Di depan mangkuk-mangkuk makan, mereka otomatis membentuk antrian versi mereka sendiri: si paling cerewet di depan, yang paling pemalu di belakang, tapi semuanya sama-sama tak sabar menunggu sarapan. Suara kibble jatuh ke mangkuk seperti bel pembuka hari, membuat ekor-ekor kecil itu berkibar antusias.
Setelah perut kenyang, giliran perebutan tempat duduk favorit di jendela. Satu per satu melompat, saling menyenggol lembut, sampai akhirnya enam tubuh mungil itu berdesakan, menatap dunia luar dengan tenang. Di momen itulah aku selalu merasa hati ikut hangat: pagi boleh ramai dan sedikit kacau, tapi bersama enam kucing ini, setiap hari selalu dimulai dengan senyum.

Tinggalkan komentar